FENOMENA GEOSFER

Never put till tomorrow what you can do to day

Pendahuluan 11/12/2009

Indonesia merupakan negara agraris karena letak astronomis dan geografis yang sangat mendukung sehingga iklim yang ada cocok untuk kegiatan pertanian. Dalam bidang pertanian padi di Indonesia terjadi dua permasalahan yaitu pertanian padi dilihat dari segi produktivitas usaha dan kesejahteraan petani. Dalam suatu penelitian diperoleh bahwa ada penurunan tingkat produktivitas padi dan penyempitan lahan pertanian sehingga pertanian di Indonesia berubah menjadi pertanian gurem. Di daerah perkotaan lahan pertanian sudah semakin sempit bahkan hampir tidak ada karena adanya alih fungsi lahan. Namun, masih ada kota yang memiliki lahan pertanian meskipun sempit tetapi pengolahannya berbeda dengan pertanian yang ada di pedesaan.

Pertanian kota merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan di lingkungan kota sebagai salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) produktif yang bernilai ekonomi dan ekologis. Dalam prakteknya, kegiatan pertanian kota selain menguntungkan juga berpotensi menimbulkan permasalahan dengan kegiatan guna lahan perkotaan lainnya. Selain itu, ide pengembangan pertanian kota di Indonesia tidak pernah di akomodasi dalam perencanaan tata ruang yang jelas secara spasial dan tidak adanya kebijakan pengembangan kota yang mendukung pertanian kota, sehingga kegiatan ini banyak yang tidak berkembang dan gagal.

Di Kota Surabaya pertanian kota sudah dilakukan oleh masyakarat secara marginal, karena tidak memiliki kekuatan legal, tidak terencana dan tidak terkendali dengan baik. Berdasarkan hal ini maka diperlukan adanya pengaturan dalam bentuk prinsip-prinsip zoning regulation agar pertanian kota tidak lagi saling memunculkan permasalahan dengan tata guna lahan perkotaan lainnya. Prinsip pengaturan yang dapat dilakukan secara garis besar terbagi menjadi 3 yaitu pengaturan fungsi, pengaturan intensitas dan proporsi lahan pertanian serta ketentuan teknis.

Pengaturan fungsi adalah pengaturan untuk jenis pertanian yang direkomendasikan berada di suatu lokasi. Pengaturan intensitas dan proporsi lahan pertanian yaitu pengaturan intensitas dan proporsi lahan pertanian untuk memimimalisir gangguan dengan land use kota di sekitarnya. Sedangkan pengaturan ketentuan terbagi menjadi ketentuan teknis untuk meminimalisir gangguan yang terjadi, ketentuan teknis untuk melengkapi infrastruktur dan fasilitas serta ketentuan teknis untuk konflik status lahan. Pengaturan ini ditujukan agar pertanian kota dapat menjadi usaha bersama pemerintah, masyarakat dan swasta untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk lingkungan kota di masa yang akan datang.

Di daerah Ketintang Madya, Surabaya Selatan lahan pertanian yang ada sudah semakin sempit. Hal ini disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan yaitu dari lahan pertanian kemudian berbah menjadi lahan pemukiman. Berubahnya fungsi lahan ini juga disebabkan oleh adanya beberapa faktor, salah satunya adalah faktor kependudukan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin cepat. Oleh karena itu dibutuhkan upaya dalam mempertahankan lahan pertanian di daerah perkotaan agar tidak berubah fungsi.


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s